November 22, 2017

Macam-Macam Sesajen / Sesaji Jawa Dan Pengertian

Macam-Macam Sesajen – Bagi masyarakat Jawa makanan dengan segala jenis maupun nama dan bahannya mempunyai sejarah yang panjang.

Makanan Sesaji Jawa Dan Pengertian sudah disebutkan dalam peninggalan-peninggalan tertulis seperti prasasti dan karya sastra.

Berbagai prasasti menyebutkan nama dan fungsi makanan Macam-Macam Sesajen / Sesaji Jawa dalam kehidupan masyarakat, misalnya jenis-jenis makanan yang disajikan pada waktu upacara penetapan.

Advertisements

Macam-Macam Sesajen / Sesaji Jawa Dan Pengertian

Sego Golong

Macam-Macam Sesajen / Sesaji Jawa Dan Pengertian

Sesaji ini diwujudkan dalam bentuk sesajian yang berupa nasi golong dua buah yang masing-masing diselimuti oleh telur dadar, pecel panggang ayam, daun kemangi, dan dilengkapi dengan jangan menir, dan jangan padhamara.

Khusus jangan menir dan jangan padhamara masing-masing ditempatkan terlebih dahulu dalam cuwo/cowek terbuat dari gerabah. Baru kemudian semua sesaji ini ditempatkan dalam sebuah tampah yang telah diberi alas daun pisang.

Makna sajen ini adalah menggambarkan kedua insan yang mempunyai niat saling membahu dan saling membantu dalam membangun mahligai rumah tangga. Begitu pula dalam kebutuhan lahir batin, mereka saling mengisi, saling memberi dan menerima.

Istilah golong 134 | Wahjudi Pantja Sunjata, dkk Kuliner Jawa dalam Serat Centhini lulut di dalam bahasa Jawa Kuna mengacu kepada hubungan suami istri atau intercourse. Maka sega golong yang diselimuti oleh telur dadar sebagai simbol hubungan suami istri tersebut.

Sego Liwet

Macam-Macam Sesajen / Sesaji Jawa Dan Pengertian

Sesaji ini diwujudkan dalam bentuk nasi putih dan lauk srundeng. Srundeng terbuat dari bahan parutan kelapa, gula merah/Jawa, daun salam, asem, dan kacang tanah. Semua bahan digangsa (digoreng tanpa minyak menggunakan wajan).

Nasi putih dan lauk srundeng ditempatkan dalam tampah yang telah diberi alas daun pisang. Makna sesaji ini menggambarkan tahapan manusia menginjak usia lanjut. Dalam usia lanjut, pada umumnya mereka sudah bisa lolos dari cobaan dan ujian hidup.

Apabila mereka sudah lolos dari ujian hidup, maka digambarkan dengan sajen nasi putih, yang berarti jiwanya sudah bersih kembali.

Keinginan mereka sudah lebih terbatas dan tidak menginginkan yang macam-macam, yang digambarkan dengan lauk srundeng, lauk yang sangat sederhana dalam menu makanan.

Biasanya mereka sudah tidak mencari gelimangan harta benda di dunia, tetapi sudah ingin lebih mengabdikan dan berserah diri kepada Tuhan.

Asrep- asrepan

Macam-Macam Sesajen / Sesaji Jawa Dan Pengertian

Advertisements

Sesaji berupa nasi putih, dua potong tempe bakar, dan sebutir telur matang yang sudah dikupas kulitnya. Istilah asrep-asrepan mengacu pada semua sesaji yang tidak memiliki rasa kecuali rasa tawar.

Demikian pula dengan nasi putih, tempe bakar, dan telur matang pada sesaji ini pun tidak memiliki rasa apa pun kecuali rasa tawar. Kemudian semua sajen ini diletakkan dalam sebuah tampah yang sudah diberi alas daun pisang.

Makna sesaji asrep-asrepan adalah menggambarkan keberhasilan seseorang dalam menjalani hidupnya selama di dunia. Dalam keadaan yang menjelang tua, ia sudah tidak mempunyai keinginan apa-apa, sehingga dapat dikatakan berhasil mengekang hawa nafsunya.

Ketan Kolak Apem

Macam-Macam Sesajen / Sesaji Jawa Dan Pengertian

Makna sesaji ketan kolak ini adalah menggambarkan seseorang yang telah meninggal dunia dan siap kembali menyatu dengan Sang Ilahi.

Agar dapat mencapai dengan selamat dan sempurna di sisi-Nya, dan arwahnya tidak nglambrang atau pergi ke mana-mana maka disimbolkan dengan sajen ketan kolak apem.

Wewehan(Sumpil)

Sesuai dengan namanya makanan ini pada jaman dahulu memang untuk wewehan (diberikan atau oleh-oleh) bagi tamu yang datang pada hajatan. Bentuknya segitiga dan berisi nasi. Pembungkus dari daun kelapa muda atau daun bambu yang lebar.

Dinamakan sumpil karena bentuknya mirip dengan binatang kerang sungai yang bernama sompil. Makanan ini sekarang memang sudah jarang ditemukan.

Tumpeng megana

Tumpeng megana

 

 

Tumpeng megana digunakan untuk perlengkapan sesaji. Biasanya dibuat ketika orang mempunyai hajatan, yaitu ketika memasang tarub. Sajen tumpeng dililiti kacang panjang sudah masak melingkar sampai puncak tumpeng; di atas tumpeng diberi bawang merah dan paling atas cabai merah.

Di kanan kiri tumpeng terdapat sayur-sayuran dan lauk-pauk yang sudah dimasak. Tumpeng diletakkan di atas tampah yang sudah dialasi dengan daun pisang. Makna sesaji tumpeng megana adalah bahwa manusia awalnya secara fisik tidak ada di dunia.

Namun, roh sucinya sudah ada dan berada di sisi Sang Ilahi di atas sana. Tumpeng megana dan ubarampenya tersebut sebagai perumpamaan Gunung Meru yang sedang diputar oleh Dewa Siwa. Kacang panjang yang melilit tumpeng diibaratkan Naga Antaboga yang dipakai Dewa Siwa untuk mengaduk Gunung Meru.

Lauk-pauk dan sayur-mayur sebagai isi lautan yang mengelilingi Gunung Meru. Bawang merah dan lombok merah di atas tumpeng diibaratkan sebagai api yang menjilat-jilat ke angkasa sebagai akibat dari Gunung Meru yang diputar oleh Dewa Siwa.

Kemudian oleh orang-orang Jawa pada masa itu yang menganut agama Hindu dimanifestasikan dalam wujud tumpeng megana ini.demikian Macam-Macam Sesajen / Sesaji Jawa Dan Pengertian semoga bisa membantu dan bermanfaat.

Advertisements
loading...